Pesta Seks Di Surga

Mendadak jagat maya dihebohkan oleh klip video ceramah Program Islam itu indah di Trans TV yang dibawakan oleh pemuda Syamsuddin Nur, Sabtu (15/7). Netizen menilai kandungan ceramah yang disampaikan oleh sang da'i justru tidak mencerminkan indahnya Islam karena menerangkan ayat Al-Qur’an secara tekstual, tidak kontekstual. Dalam penjelasannya, ia menyebut ada pesta seks di surga.

Maka spontan saja kalimat yang terdengar negatif dan tabu di telinga umat Islam tersebut menuai banyak kecaman. Inilah akibat jika bicara tanpa ilmu. Bagaimana mungkin sang da'i mengatakan kenikmatan terbesar di surga kelak adalah pesta seks !!!. 

Padahal kenimatan terbesar di surga nantinya adalah Memandang Wajah Allâh Azza Wa Jalla Anugerah Terbesar Di Surga. Salah satu prinsip dasar Ahlus sunnah wal jamâ’ah yang tercantum dalam kitab-kitab aqidah para Ulama salaf adalah kewajiban mengimani bahwa kaum Mukminin akan melihat wajah Allâh Azza wa Jalla yang maha mulia di akhirat nanti. Ini adalah balasan terhadap keimanan dan keyakinan mereka yang benar kepada Allâh Azza wa Jalla semasa hidup di dunia.
Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah,, salah seorang imam Ahlus sunnah wal jamâ’ah di zamannya, menegaskan prinsip dasar Ahlus sunnah yang agung ini dalam ucapan beliau rahimahullah, “(Termasuk prinsip-prinsip dasar Ahlus sunnah adalah kewajiban) mengimani (bahwa kaum Mukminin) akan melihat (wajah Allâh Azza wa Jalla yang maha mulia) pada hari kiamat, sebagaimana yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits-hadits yang shahih”[1]
Imam Ismail bin Yahya al-Muzani rahimahullah berkata [2] , “Pada hari kimat, para penghuni surga akan melihat (wajah) Rabb mereka (Allâh Azza wa Jalla), mereka tidak merasa ragu dan bimbang dalam melihat Allâh Azza wa Jalla, sehingga wajah-wajah mereka akan ceria dengan kemuliaan dari-Nya dan dengan karunia-Nya mata-mata mereka akan melihat kepada-Nya, dalam kenikmatan (hidup) yang kekal abadi…”[3] .
Demikian pula imam Abu Ja’far ath-Thahawi rahimahullah [4] menegaskan prinsip yang agung ini dengan lebih terperinci dalam ucapannya, “Memandang wajah Allâh Azza wa Jalla bagi penghuni surga adalah kebenaran (yang wajib diimani), (dengan pandangan) yang tidak menyeluruh (artinya, tidak melihat secara keseluruhan) dan tanpa (menanyakan) bagaimana (keadaan yang sebenarnya), sebagaimana yang ditegaskan dalam kitabullah (al-Qur’an) :
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ ﴿٢٢﴾ إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ
Wajah-wajah (orang-orang mu’min) pada hari itu berseri-seri (indah). Kepada Rabbnyalah mereka melihat [al-Qiyâmah/75:22-23]
Penafsiran ayat ini haruslah sebagaimana yang Allâh Azza wa Jalla kehendaki (bukan berdasarkan akal dan hawa nafsu manusia), dan semua hadits shahih dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan masalah ini adalah (benar) seperti yang beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam sabdakan, dan maknanya seperti yang beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam inginkan. Kita tidak boleh membicarakan masalah ini dengan menta’wil (menyelewengkan arti yang sebenarnya) dengan akal kita (semata-mata), serta tidak mereka-reka dengan hawa nafsu kita, karena tidak akan selamat (keyakinan seseorang) dalam beragama kecuali jika dia tunduk dan patuh kepada Allâh Azza wa Jalla dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta mengembalikan ilmu dalam hal-hal yang kurang jelas baginya kepada orang yang mengetahuinya (para ulama Ahlus sunnah)”[5] .

[1]. Kitab Ushûlus Sunnah (hlm. 23, cet. Dârul Manâr, Arab Saudi).
[2]. Beliau adalah imam besar, ahli fikih dan murid senior imam asy-Syâfi’i (wafat 264 H). Biografi beliau dalam kitab Siyaru a’lâmin Nubalâ (12/493).
[3]. Kitab Syarhus Sunnah, al-Muzani (hlm. 82, cet. Maktabatul gurabaa’ al-atsariyyah, Madinah).
[4]. Beliau adalah Ahmad bin Muhammad bin Salâmah, imam besar dan penghafal hadits Rasûlullâh n (wafat 321 H). Biografi beliau dalam kitab Siyaru A’lâmin Nubalâ’” (27/15).
[5]. Kitab Syarhul Aqîdatith Thahâwiyyah (hlm. 188-189, cet. Ad-Daarul Islaami, Yordania).

Sumber Pembahasan ilmu : https://almanhaj.or.id/3839-memandang-wajah-allah-azza-wa-jalla-anugerah-terbesar-di-surga.html
Terima kasih telah membaca artikel tentang Pesta Seks Di Surga di blog TEGAK DI ATAS SUNNAH jika anda ingin menyebar-luaskan artikel ini dimohon untuk mencantumkan link sebagai Sumbernya, dan bila artikel ini bermanfaat silahkan bookmark halaman ini di web browser anda, dengan cara menekan Ctrl + D pada tombol keyboard anda.

Artikel terbaru :